Surat Kabar Guru Belajar 13 2018-03-20T16:42:58+00:00

Project Description

Mengelola Kelas, Memanusiakan Hubungan

 

Dalam keseharian, kita sering mendengar wacana: belajar dari guru. Tapi kenapa Temu Pendidik Nusantara 2017 justru mengambil topik belajar dari anak. Kok aneh?

 

Bayangkan! Anda berada di sebuah ruangan, duduk dan menunggu. Lalu, ada orang asing masuk dalam ruangan tersebut. Orang asing itu duduk di dekat Anda. Tanpa berkenalan, orang itu bercerita tentang teori korabesi yang Anda sama sekali tidak mengerti. Ia memberi sebuah buku dan alat tulis, dan memberi instruksi pada Anda untuk mengerjakan soal. Anda tidak paham tujuannya sehingga keberatan mengikuti instruksi orang tersebut. Tapi karena segan melihat tubuhnya yang besar dan suaranya yang keras, Anda terpaksa mengerjakan perintahnya.

 

Apa yang Anda rasakan? Apakah Anda merasakan kebingungan? Apakah Anda merasa tertekan?  Bila cerita tersebut diubah, teori korabesi diganti mata pelajaran (apapun) dan orang asing diganti guru, apakah cerita tersebut menggambarkan suasana kelas kita?

 

Kita telah banyak membicarakan urusan pendidikan. Kita bicara tentang kurikulum, kompetensi lulusan (KI/KD), RPP, mata pelajaran, buku teks, strategi pengajaran dan banyak hal lagi. Tapi ada satu urusan yang seringkali tidak dibicarakan dalam percakapan mengenai pendidikan, relasi guru dengan murid. Topik relasi di ruang kelas seringkali dianggap otomatis bisa diatasi  dengan hadirnya guru di ruang kelas.

 

Kenyataannya, persoalan-persoalan pendidikan seringkali berpangkal dari buruknya kualitas relasi guru dan murid. Problem relasi pemangku kebijakan pusat dengan daerah atau buruknya kualitas buku teks bisa terlihat dari corak percakapan yang terjadi di ruang kelas. Perubahan dari pengajaran berpusat pada guru menjadi pengajaran berpusat pada murid sulit terwujud bila belum ada perubahan relasi guru dan murid.

 

Dalam banyak kasus, guru masuk ke kelas langsung tancap gas untuk mencapai target pengajaran. Murid dianggap botol kosong yang bisa langsung dijejali pelajaran. Tak ada waktu untuk membangun relasi. Segera beri instruksi, segera sampaikan semua materi. Ketika urusan pengajaran selesai, guru disibukkan dengan berbagai macam urusan administrasi dan kelengkapan mengikuti berbagai kompetisi.

 

Murid, sebagaimana kita, adalah manusia yang butuh dipahami dan dipercaya. Manusia yang butuh berkenalan dan berbincang ringan untuk menemukan kesamaan dan menghapus keterasingan. Manusia yang butuh pengalaman bersama sebelum bisa membangun kepercayaan dan menyelesaikan tantangan. Tidak ada orang yang bisa belajar dari orang yang asing, apalagi orang yang tidak disukai.

 

Dengan memanusiakan hubungan, relasi di ruang kelas bukan lagi relasi antara penguasa dengan yang dikuasai. Percakapan di kelas bukan lagi percakapan yang agresif dengan yang permisif. Disiplin di kelas bukan lagi berdasarkan ancaman hukuman dan sogokan. Belajar di kelas bukan lagi aktivitas yang dipaksakan. Memanusiakan hubungan akan mentransformasikan kelas menjadi taman yang setiap anggotanya merdeka belajar.

 

Pentingnya relasi guru dan murid yang berkualitas mendorong kami untuk memilih topik Manajemen Kelas untuk Memanusiakan Hubungan sebagai topik Surat Kabar Guru Belajar edisi ke-13 ini. Manajemen kelas bukan semata perkara teknis mengatur kelas, tapi sebagai strategi untuk membangun relasi guru dan murid yang berkualitas.

 

Anda mungkin membaca surat kabar ini pada saat liburan semester. Tapi kami percaya, tak ada hari libur bagi mereka yang merdeka belajar. Justru pada saat-saat liburan ini, kita bisa mengatur waktu lebih leluasa untuk belajar sehingga bisa melakukan persiapan pengajaran yang lebih baik pada semester berikutnya.

 

Mari memanusiakan hubungan mulai dari ruang kelas kita!

Unduh dengan klik di 

Catatan: Pastikan komputer Anda dilengkapi Adobe Acrobat. Bila belum, unduh gratis dengan klik Adobe Acrobat.

Project Details

By: